Showing posts with label Sajak. Show all posts
Showing posts with label Sajak. Show all posts

Tuesday, 3 November 2015

Pergilah Melihat Dunia



Berpetualanglah,
Kaki,
Jadikan dia naik-turun angkutan, mobil, kapal, pesawat,
Buat dia menjejak dinding terjal pegunungan
Melangkah di atas lembutnya pasir pantai
Atau disela-sela rumput padang savana dan stepa
Juga menyibak jalanan kota nan ramai
Atau pedesaan yang permai
Mata,
Buatlah dia menatap senyum ramah bangsa-bangsa dunia
Mata sipit penduduk dataran China
Atau mata biru orang-orang Eropa
Pun kulit hitam legam memesona rakyat Afrika
Atau selimut tebal penghuni tanah bersalju sepanjang musim
Tambahkan hijaunya alam
Hewan-hewan yang berlarian di atasnya
Mulut,
Biarkan dia selalu menyapa riang siapapun yang bersua
Bertanya arah jalan saat tersesat--sedikit kecut
Berseru amboi betapa lezatnya makanan antah-berantah
Atau belajar bernyanyi lagu setempat
Juga bisa bercakap-cakap dengan siapapun meski bahasa menghalangi
Biarkan mulut kita mengalami petualangan yang mengasyikkan
Berpetualanglah, anak muda
Hati,
Jika dia menyimpan gelisah dan kesedihan
Biarkan perjalanan menghiburnya sepanjang langkah
Jika dia membawa semangat dan kegembiraan
Biarkan dia menemukan hal-hal lebih menakjubkan
Sungguh perjalanan selalu spesial
Pergilah melihat dunia.



note : copy paste dari fanpage penulis favoritku saat ini, bang Tere Liye

Friday, 13 March 2015

Hidupmu sekarang, pilihanmu dimasa lalu….


Bukan hanya saya tapi semua orang pastinya pernah berdiri di tengah persimpangan. Masih bisa dibilang mudah jika persimpangannya ada dua dan tidak mendesak untuk memilih kemana akan melangkah segera. Namun jika persimpangannya bercabang empat atau lima? Dan kita harus memilihya segera, pasti jadi galau kan? pilihan pasti mengandung resiko dan beribu konsekuensinya. Disadari atau tidak semua yang terjadi sekarang terhadap hidup kita adalah pilihan yang pernah kita ambil sebelumnya.
Jika mau berfilosofi dengan kalimat “hidup adalah pilihan”, maka nyatanya memang demikian. Jangankan untuk hal – hal besar seperti menentukan kita akan sekolah dimana? Kuliah mengambil jurusan apa? Atau bahkan memilih pendamping hidup yang seperti apa? Akan mempengaruhi kehidupan kita kelak.  Pilihan teringan seperti siang ini makan apa saja bisa berbuntut panjang terhadap kehidupan. Misalkan sudah tahu sedang flu, tapi di siang yang panas nekad minum es yang memang terlihat segar, malamnya dijamin gak bisa tidur karena flu semakin parah. 
Tapi itulah manusia, kalau tidak ada tantangan dalam hidupnya kok rasanya datar – datar saja. Mungkin tidak berlaku bagi sebagian orang, maaf jika meng – generalisir, namun demikian dengan saya dan mungkin ada juga pembaca yang meng”iya”kan (saya jadi terlalu percaya diri kalau tulisan ini dibaca orang). Kadang kita sudah tahu itu “cobaan” tapi kok tetep “dicoba”.  Rasa penasaran dan pemikiran yang spekulatif membuat saya nekad melakukan  hal yang kadang gak masuk diakal manusia “waras”. Bukan berarti saya mengatakan diri saya sendiri gila, mungkin mencoba menjadi gila lebih tepatnya. Mencoba memilih langkah yang lebih besar daripada apa yang sebenarnya saya mampu perbuat. Bagi sebagian orang mungkin disebut mengambil resiko lebih dari apa yang bisa ditanggung.
metamorfosis; kiri : foto idul fitri 2012, kanan : foto idul fitri 2013


Namun begitulah hidup menurut saya, jika jalan yang akan kita tempuh sudah jelas tak ada resikonya kok kurang mengena. Bukan takabur atau menantang pembuat hidup. Setiap orang punya prinsip  dan persimpangan mana yang akan dipilih untuk melanjutkan keeksisannya di dunia yang serba tidak pasti ini. Karena ketidakpastian itu kita berhak menjadi seseorang yang tak pasti juga, bercita setinggi apapun dengan mengimbangi usaha dalam kehidupan nyata.
Selanjutnya kembali kepada diri anda sendiri, ke persimpangan mana anda akan melangkah? Karena bisa saja didepan sana ada beribu persimpangan siap menanti anda untuk meniti jalan kembali kepadaNya




originally posted on my another blog (www.aboutfetty.blogspot.com)

Hapus Saja Tanda Tanya

mencari jejaknya stelah sekian lama terlupa
secara tiba - tiba ingin kembali bersua
seperti menulis banyak tanda tanya
ingin kembali menghapusnya karena tak ada guna
atau lebih - lebih jika hanya akan membuat kecewa
namun geregetan dan tak rela jika harus benar sirna

kemudian ada tanya, memangnya yang tersisa apa ?
mungkin hanya kenangan yang tidak seberapa
yang mungkin kamu saja sudah lupa
saat otak berontak menolakmu
hati semakin bergemuruh mencari caranya

lalu bagaimana???
ya sudah menyerah saja
tak akan ada satu jalanpun menuju kesana
matikan gelora, hapus tandatanya



2003 - 2006

originally posted on my another blog (www.aboutfetty.blogspot.com)

Wednesday, 21 January 2015

Teh Panas Tawar




teh panas tawar.
saat kubaca kalimat itu disalah satu grup whatsappku langsung pikiranku mengingat sesuatu. bibirku menyimpulkan senyum dan hatiku menguraikan rindu. syarafku bekerja cepat, meramu kombinasi yang cemerlang antara otak, hati dan ekspresi. pikiran melayang, hati merana namun dengan santainya senyumku masih bisa menyapa dunia.

teh panas tawar.
jika ada yang bertanya "apa istimewanya segelas teh panas tawar? kebanyakan orang sunda juga minum demikian". "bagimu biasa namun bukan berarti jadi acuan universal" jawabku mantap.

teh panas tawar.
meski aku tak suka meminumnya namun cerita dibaliknya tak pernah aku lupa. cerita bagaimana teh mendampingi dua manusia bercengkerama. terasa manis meski tanpa gula. terasa istimewa walau itu sangat sederhana. dan cerita mulai mengalir disisipi gelak tawa dan air mata.

teh panas tawar.
minuman kesukaanmu yang teristimewa



*gambar belum berlisensi

Sajak "Inilah Hidupku"


Iya,
Aku sering melakukan kesalahan
Tapi bukan berarti tidak ada hal benar yang pernah kulakukan
Silahkan kalian mau fokus menilai yang mana
Karena aku akan lebih memusingkan
Memperbaiki yang keliru
Menyempurnakan yang benar
Iya,
Aku juga sering menangis
Satu dua bahkan terisak dalam, tergugu
Tapi bukan berarti aku tidak pernah tertawa
Silahkan kalian mau menilai yang mana
Karena aku memilih mengingat hal2 membahagiakan
Belajar dari hal2 menyedihkan
Agar besok tidak terulang kembali
Iya,
Aku pun sering menyesal
Bahkan satu-dua penyesalan lama bertahun2
Tapi bukan berarti aku tidak berdiri gagah menghadapi hidup ini
Silahkan kalian mau menghakimi apapun
Karena aku lebih baik berdiri setiap kali terjatuh
Menjadikan kekeliruan sebagai masukan
Dan memastikan tidak ada penyesalan di ujung kisah
Iya,
Aku tidak sempurna
Aku boleh jadi juga tidak pintar
Tapi aku akan melalui kehidupan ini
Hari demi hari
Melihat dunia terbentang luas
Belajar banyak hal
Apapun yang akan kalian katakan
Inilah hidupku
Dan kebahagiaanku ada di hatiku
Bukan di hati kalian

*Tere Liye
(puisi inspiratif)